Terdiam


aku terdiam…
dan hanya bisa terdiam,
dan kata2 ini hanya bisa tercekat ditenggorokan.
aku tertunduk.

maaf …
mungkin kata itu tidak akan bisa mengubah kesan pertama yang ada,
dan rasa kecewa yang ada,
tapi hanya itu yang bisa terucap.

aku dan keluargaku bukan orang yang sempurna
tapi dari kejadian yang ada , akan menjadi sebuah pembelajaran.
bahwa menghargai dan menghormati itu lebih penting.
daripada mengutamakan sesuatu yg penting menurut ego pribadi..

akan belajar..belajar dan belajar…

*cinta, terimakasih untuk mendewasakanku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s